WHO telah melabeli varian delta sebagai variant of concern (VOC) atau varian yang diwaspadai sejak 11 Mei lalu. Nggak heran, sebab tersebarnya varian Delta ini merupakan masalah kesehatan yang serius dan turut berperan dalam terjadinya lonjakan kasus positif.
Dibandingkan dengan COVID-19 varian Alpha atau yang lainnya, varian Delta memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi. Beberapa laporan kasus menyebutkan bahwa ada lebih banyak pasien positif varian Delta yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
FYI, varian Delta ini telah memicu kenaikan kasus positif di Inggris serta kasus positif dan kematian akibat COVID-19 di India. Di Indonesia sendiri, lonjakan kasus yang sedang terjadi juga diakibatkan oleh virus varian Delta ini lho.
Jika sebelumnya lebih banyak pasien yang terinfeksi virus COVID-19 adalah lansia, varian virus baru ini diketahui tidak lagi memandang umur pasiennya. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa di bawah usia 50 tahun lebih banyak terkena varian Delta. Perlu kita sadari bahwa semua kelompok usia bisa terinfeksi virus varian ini, sehingga kita harus lebih berhati-hati, ya.
Gejala COVID-19 Varian Delta
Gejala untuk COVID-19 varian Delta ini bersifat ringan hingga berat. Kebanyakan penderita COVID-19 varian Delta akan mengalami gejala umum antara lain:
• Demam
• Batuk kering
• Napas pendek
• Mudah lelah
• Menggigil
• Tidak bisa merasakan baru dan rasa
Namun, ada beberapa gejala lain yang bisa dialami oleh penderita varian Delta seperti:
• Nyeri otot
• Sakit kepala
• Sakit tenggorokan
• Mual atau muntah
• Diare
• Hidung tersumbat atau pilek
• Kehilangan nafsu makan
• Gangguan pendengaran
• Pembekuan darah
• Gangrene (matinya jaringan tubuh)
Hingga saat ini, gejala-gejala dari COVID-19 varian Delta ini masih terus dipantau dan diteliti. Untuk mendiagnosis, pasien juga perlu melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang dari dokter, termasuk tes PCR.
Cara Mencegah Penularan Virus COVID-19 Varian Delta
Tingkat penularan varian Delta yang lebih tinggi, membuat kamu harus lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Kamu juga harus melakukan usaha pencegahan yang lebih ketat dan disiplin. Yuk, terapkan tips di bawah ini:
1. Double-masking
Kementerian Kesehatan telah merekomendasikan untuk menggunakan double-masking atau memakai dua masker. Double-masking dilakukan dengan memakai masker medis dan melapisinya dengan masker kain. Memakai dua masker ini akan memberikan kamu perlindungan lebih optimal dari virus Corona sebesar 85%, lho!
2. Stay at home!
Cara mencegah penularan virus yang paling efektif tentu saja membatasi waktu berkumpul dan lebih banyak melakukan kegiatan dari rumah. Pemerintah juga sudah memberlakukan kebijakan PPKM darurat untuk mengurangi jumlah orang yang terpapar virus. So, patuhi aturannya ya.
3. Lakukan vaksinasi
Ayo, cari info vaksinasi di daerahmu dan segera daftarkan diri. Jika sudah mendapat giliran, segera dapatkan vaksinasi. Dengan vaksin, imunitas kamu akan meningkat dan mengurangi risiko terinfeksi virus covid.
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.