Tuesday, 18 March 2025

Artikel penyumbang oksigen terbesar


Pernah dengar istilah “negara paru-paru dunia”? Istilah tersebut biasanya diberikan untuk negara yang memiliki kawasan hutan terluas di dunia. Paru-paru dunia maksudnya adalah hutan. Layaknya paru-paru yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) untuk proses pernapasan, hutan yang memiliki beragam jenis pohon juga berfungsi untuk menyerap karbondioksida dan menggantinya dengan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di sekitarnya.

Tapi, tahukah kamu, meskipun hutan dianggap sebagai paru-paru dunia, faktanya, pohon-pohon di hutan bukanlah sumber penghasil oksigen terbesar di bumi, loh. Hmm, kalau bukan pepohonan di hutan, lalu siapa, ya?

Di sekolah dasar dulu, kamu belajar materi tentang fotosintesis. Kamu tahu kalau tumbuh-tumbuhan memperoleh makanannya dengan melakukan fotosintesis, ya. Hasil dari fotosintesis tersebut adalah oksigen. Oksigen ini kemudian akan digunakan kita untuk bernapas. Nah, oleh sebab itu, mungkin banyak dari kamu yang beranggapan bahwa tumbuhan (pohon) merupakan sumber penghasil oksigen yang utama atau terbesar di dunia, ya.

Tumbuhan atau pohon memang penghasil oksigen, tapi bukan yang terbesar. Ternyata, penghasil oksigen terbesar bumi berasal dari laut, dihasilkan oleh suatu organisme bernama fitoplankton.

Fitoplankton merupakan jenis plankton yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan, seperti alga. Karena berasal dari tumbuhan inilah, menyebabkan fitoplankton juga dapat melakukan fotosintesis. Menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi oksigen, sama seperti tumbuh-tumbuhan. Organisme ini hidup di dalam zona pelagik (bagian atas) samudra, pesisir pantai, dan badan air tawar. Semua lapisan perairan yang terdapat kandungan garam mineral dan sinar matahari yang cukup.

Ukuran fitoplankton sangatlah kecil, yaitu berkisar 0,2 𝛍m sampai > 20 𝛍m (1 𝛍m = 0,001 mm), sehingga untuk melihatnya, kita butuh bantuan alat seperti mikroskop. Tapi, meskipun ukuran mereka sangat kecil, jika di suatu perairan terdapat fitoplankton dalam jumlah yang besar, hal ini bisa menyebabkan perubahan pada warna air menjadi kehijauan (pengaruh klorofil), lho.

Fitoplankton memerlukan dua hal untuk melakukan fotosintesis dan bertahan hidup. Dua hal tersebut, antara lain cahaya matahari dan nutrisi dari air. Para peneliti memperkirakan bahwa fitoplankton menghasilkan sekitar 50 – 85% oksigen di bumi, sedangkan tumbuhan (pohon) hanya sekitar 20%-an aja. Wah, hampir setengah persen oksigen di bumi kita ini dihasilkan oleh makhluk mungil tersebut, ya.

Sebagian besar wilayah bumi yang merupakan perairan menyebabkan jumlah populasi fitoplankton memang cukup banyak, nih. Namun, pertumbuhan fitoplankton juga dapat berubah-ubah secara musiman, dan dipengaruhi oleh nutrisi air, suhu, serta faktor lainnya. Fitoplankton dapat tumbuh begitu pesat ketika musim semi, yaitu saat nutrisi dan cahaya matahari tersedia dengan baik.

Meskipun populasi plankton tersedia melimpah di lautan dan menghasilkan oksigen yang cukup untuk makhluk hidup di sekitarnya, bukan berarti, kita bisa seenaknya nggak memerhatikan kelestarian tumbuhan atau bahkan hutan yang ada di bumi, ya. Tumbuhan atau pohon juga menghasilkan oksigen yang sangat penting untuk kita semua. Tetap jaga kebersihan lingkungan, baik darat maupun laut agar ekosistem yang ada di dalamnya juga terjaga dengan baik.


 

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

tugas bahasa indonesia

 Pilihan Ganda 10 soal 1. Langkah pertama menyusun esai sastra? A. pendahuluan, argumen, dan kesimpulan B. Abstrak C. Orientasi D. Evaluasi ...